Maluku Celebes Papua Clinical Pathology and Laboratory Medicine Annual Meeting (MaCPLAM) ke-10 kembali menegaskan perannya sebagai forum ilmiah strategis bagi para dokter spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, akademisi, peneliti, praktisi laboratorium, pemerintah, serta mitra industri dalam memperkuat kolaborasi demi kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia. Mengusung berbagai tema yang berorientasi pada inovasi, transformasi digital, dan precision medicine, MaCPLAM 10 yang berlangsung pada tanggal 1-3 Juli 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan ilmiah yang komprehensif sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan mengenai masa depan laboratorium klinik yang semakin adaptif terhadap tantangan global. Acara MaCPLAM diawali dengan workshop selama 2 hari, materi hari pertama adalah workshop End to End Microbiology Practice dan hari kedua adalah workshop Bone Marrow Aspiration and Interpretation. Puncak kegiatan MaCPLAM adalah simposium pada hari ke 3. Kegiatan simposium diawali dengan Opening Ceremony yang berlangsung khidmat. Pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PDS PatKLin, dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penampilan Tari Paduppa, tarian tradisional khas Sulawesi Selatan yang menjadi simbol penghormatan dan penyambutan bagi seluruh peserta dan tamu undangan. Nuansa budaya tersebut mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MaCPLAM 10. Pertemuan ilmiah ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembaruan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum mempererat jejaring profesional, memperkuat kolaborasi lintas institusi, serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan mutu pelayanan laboratorium klinik di Indonesia. Rangkaian seremoni kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua IDI Wilayah Sulawesi Selatan, Ketua Pengurus Pusat PDS PatKLin, serta pembukaan resmi MaCPLAM 10 oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh asisten 1. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan ilmiah sekaligus Medical Expo, yang menghadirkan berbagai inovasi teknologi laboratorium dari mitra industri sebagai bagian dari upaya memperkenalkan perkembangan terkini di bidang diagnostik dan pelayanan laboratorium. Memasuki sesi ilmiah, peserta memperoleh pemaparan melalui Plenary Lecture bertajuk The Future of Clinical Pathology in Indonesia: Building Resilient, High-Quality, and Integrated Laboratory Services. Kuliah pleno ini menyoroti arah pengembangan pelayanan laboratorium klinik di Indonesia yang diharapkan mampu menjadi sistem yang tangguh, terintegrasi, berbasis mutu, serta responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Materi tersebut sekaligus menjadi pengantar bagi keseluruhan rangkaian simposium yang berfokus pada inovasi dan transformasi kedokteran laboratorium. Symposium I mengangkat tema Adapting Laboratory Practices: Comprehensive Solutions for Chronic Diseases, Emerging Pathogens, Rare Disorders, and Cancer Care. Berbagai narasumber membahas perkembangan terkini mengenai penerapan multi-omics dalam pemantauan penyakit kronis, kesiapsiagaan laboratorium menghadapi penyakit infeksi emerging seperti campak dan virus Nipah, pemanfaatan pendekatan genomik dalam diagnosis penyakit langka, hingga integrasi liquid biopsy, biomarker, dan temuan klinis dalam tata laksana pasien kanker. Topik-topik tersebut menggambarkan semakin berkembangnya peran laboratorium klinik, yang tidak lagi terbatas sebagai penunjang diagnosis, melainkan menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan klinis, pemantauan terapi, serta penerapan pelayanan kesehatan berbasis presisi (precision medicine). Diskusi interaktif yang berlangsung pada akhir sesi semakin memperkaya perspektif peserta melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dari berbagai institusi. Selain menghadirkan materi akademik, MaCPLAM 10 juga memberikan ruang bagi dunia industri melalui Industrial Symposium. Berbagai inovasi diperkenalkan kepada peserta, mulai dari pentingnya pemeriksaan Ionized Magnesium dalam perawatan pasien kritis hingga pengembangan ekosistem laboratorium cerdas berbasis digital yang mampu meningkatkan efisiensi, integrasi data, dan kualitas pelayanan laboratorium. Kehadiran mitra industri memperlihatkan sinergi yang semakin erat antara pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi dalam mendukung pelayanan kesehatan modern. Pada sesi Plenary Lecture berikutnya, peserta diajak memahami peran strategis patologi klinik dalam mendukung regulasi kesehatan dan pembangunan kesehatan daerah melalui pengalaman implementasi di Provinsi Sulawesi Tengah. Materi ini menegaskan bahwa laboratorium klinik memiliki kontribusi penting dalam mendukung kebijakan kesehatan berbasis bukti, penguatan sistem rujukan, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat regional. Sementara itu, Symposium II mengangkat tema Evolving Laboratory Medicine: Precision Quality, Smart Technologies, and Sustainable Diagnostics. Berbagai pembahasan menyoroti pentingnya penerapan konsep Green Laboratory sebagai bagian dari upaya mewujudkan laboratorium yang lebih ramah lingkungan melalui pengelolaan limbah dan efisiensi sumber daya. Di sisi lain, kualitas hasil pemeriksaan tetap menjadi fokus utama melalui pembahasan mengenai Quality Control sebagai fondasi dalam menjamin akurasi dan reliabilitas pemeriksaan laboratorium. Perkembangan teknologi digital turut menjadi perhatian melalui pemaparan mengenai implementasi Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi laboratorium. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat proses diagnostik, mengurangi potensi kesalahan, sekaligus mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan akurat. Rangkaian simposium kemudian ditutup melalui Symposium III yang membahas implementasi biomarker dalam praktik klinis, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan berbagai tingkat sumber daya. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan biomarker risiko kardiovaskular untuk pencegahan penyakit, penggunaan circulating tumor DNA (ctDNA) dalam deteksi dini dan pemantauan kanker, hingga penerapan biomarker baru untuk deteksi dini Acute Kidney Injury (AKI) yang dinilai memiliki sensitivitas lebih tinggi dibandingkan parameter konvensional. Keseluruhan sesi ilmiah memperlihatkan bahwa perkembangan kedokteran laboratorium saat ini semakin mengarah pada pelayanan yang lebih personal, cepat, akurat, serta berbasis bukti ilmiah. Integrasi teknologi molekuler, biomarker, kecerdasan buatan, dan sistem digital menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan di era modern. Setelah seluruh rangkaian simposium selesai, kegiatan ditutup dengan sesi diskusi akhir, pembagian doorprize, serta Closing of Symposia yang menandai berakhirnya agenda ilmiah sepanjang hari.













Suasana kemudian berlanjut dalam nuansa yang lebih hangat melalui Gala Night, yang menjadi wadah mempererat hubungan antarpeserta di luar forum ilmiah. Kegiatan diawali dengan Dinner Symposium bertema inovasi terbaru dalam diagnosis dengue, disusul dengan penampilan seni budaya, sambutan Ketua Ikatan Alumni Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, serta berbagai penampilan dari alumni dan cabang PDS PatKLin dari wilayah Indonesia Timur. Pada kesempatan tersebut juga diselenggarakan pemberian penghargaan kepada mitra kerja yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan, dilanjutkan dengan MaCPLAM Award Ilmiah sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi akademik dan ilmiah para peserta. Suasana kekeluargaan semakin terasa melalui temu kangen alumni yang menjadi penutup rangkaian kegiatan. Penyelenggaraan MaCPLam X menjadi bukti nyata bahwa kemajuan patologi klinik dan kedokteran laboratorium tidak hanya ditentukan oleh pesatnya perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antara organisasi profesi, institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah, dan industri. Melalui forum ilmiah ini diharapkan lahir berbagai gagasan, inovasi, dan kerja sama yang mampu memperkuat sistem laboratorium nasional, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Sebagai forum ilmiah yang telah memasuki penyelenggaraan ke-10, MaCPLAM terus menunjukkan komitmennya dalam menjadi penggerak transformasi kedokteran laboratorium di kawasan Indonesia Timur sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan pelayanan kesehatan nasional yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan.














